Gerimis 19 Juni-Dekap Aku-

Posted by Ainun Najib Alfatih | Posted in

19 Juni,
Jalanan sedikit mengkilap diterpa gerimis sore itu. 
Kala matahari sudah setengah badan menidurkan diri pada peraduan senjanya. 
Basah sudah menjalar pada tiap pori kain yang membalut.
Namun, hangat terasa nyaman kala lengan kecilmu menempel manja di pundakku.
Bersama dalam dudukan motor yang sempit membuat hangat itu semakin mengobati dingin.
Gerak lambat tetes hujan terlihat di balik kaca buram helm yang kugunakan.
Hingar bingar klakson kendaraan bagai musik pengiring dalam laju sedang motor ini.

Gerimis,
Biarkan ia tetap begitu, membasahi haus bumi dengan sejuknya
Biarkan ia tertumpah mengikuti alunan angin.
Dan biarkan lengan itu tetap membagi hangat.
Angin semakin nakal menghembus dingin.
Tertawa melihat daun-daun basah menari dalam tiupannya.
Dua kata kala itu yang ingin melompat dari belah bibirku.
Dua kata yang bisa membuat angin dingin meringsut pergi dari kedua lenganku.
Dua kata yang menjadi obat dalam gerimis yang basah.

~Dekap aku~

Comments (2)